🌛 Kelebihan Dan Kekurangan Film 5 Cm
Salahseorang gadis di sekolahnya bernama Agnes (Kimberly Ryder) sangat membenci Angel karena dianggap sebagai ancaman untuk mendapatkan hati Aji (Aaron Ashab). Kehidupan Hendra dengan dunianya sendiri namun tetap menyayangi adiknya. Suatu hari, Aji akan mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mengundang semua teman-temannya.
C KELEMAHAN DAN KELEBIHAN FILM KELEBIHAN FILM : · Ceritanya menarik, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan alur cerita yang tidak membosankan. · Pesan moral yang disampaikan memotivasi penonton agar bisa mengejar impian mereka tanpa putus asa dan membuat jadi nyata. · Kisah-kisahnya inspirasional dan idenya menarik, tentang persahabatan.
Perluasanpasar dan meningkatkan keuntungan Beberapa produsen sengaja melakukan produksi besar-besaran untuk menambah keuntungan sehingga akan mendorong mereka untuk melakukan perdagangan Internasional. Hal ini merupakan penyebab timbulnya perdagangan internasional. Kelebihan atau kekurangan produk suatu negara
ResensiNovel 5 Cm. Novel menceritakan perjalanan 5 sahabat bernama Zafran, Ian, Arial, Genta dan Riani. Mereka adalah anak yang baik, pecinta musik, film, chatting, suka ngobrol, menyela dan khilaf. Persahabat kelima anak muda tersebut sangat kuat. Ditambah lagi dengan adanya kisah percintaan yang turut mewarnai cerita.
Dari sekilas paparan tentang film 5 cm ini, banyak yang bisa dipelajari seperti persahabatan yang tulus dari setiap manusia dan setiap manusia mempunyai mimpi, mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan apabila mau berusaha dan pantang menyerah. Dan film 5 cm ini menyadarkan kita akan indahnya alam di Indonesia yang harus kita jaga dan dilestarikan supaya bisa dilihat anak dan cucu kita kelak.
Kelebihandan kekurangan buku; Mampu memberikan contoh-contoh dari setiap unsur pembentuk film dengan disertai ilustrasi dan referensi film. Contoh-contoh tersebut akan memudahkan pembaca Contoh Resensi Novel 5 Cm Dunia Tulis Menulis. Contoh rResensi novel 5 cm adalah sebagai berikut: Judul Novel : 5 cm Penulis : Donny Dhirgantoro
Tempatdan penerbit buku: Jakarta, Penerbit Republika. Tahun Penerbitan: 2004. Tebal buku: 20,5x'13,5 cm. Keunggulan: Novel Ayat-Ayat Cinta mengajak kita untuk lebih jernih, lebih cerdas dalam memahami cakrawala keislaman, kehidupan, dan juga cinta. Kekurangan: Menggunakan terlalu banyak kata dalam bahasa Arab yang tidak mudah dipahami
Menurutsaya film ini berbeda dengan film Indonesia kebanyakan karena disertai dengan riset yang cukup mendalam. Dan hal ini memunculkan kepuasan bagi para penonton yang ingin melihat film ini dari sisi sejarahnya. Kekurangan; Film ini sebagaimana tipikal film-film Indonesia pada umumnya, yakni mudah dimengerti. Alur film ini sangat mudah
Terimalahdengan apadanya kekurangan dan kelebihan yang dimiliki sahabat kita. Tidak semua orang memiliki nilai plus seutuhnya. Kekurangan Novel 5 cm Penulisnya sendiri sepertinya punya pengetahuan yang luas tentang lirik lagu, film, artis-artis Hollywood, sampe ke filsafat-filasafat Yunani kuno, dan orang terkenal lainnya (Plato
Kelebihandan Kekurangan Film. Kekurangan. Penempatan iklan kurang tepat; Beberapa adegan di akhir film bertempatan di Singapore Flyer yang tidak masuk akal untuk adegan yang terjadi di akhir abad ke 20 (setelah tragedi 1998) Pada akhirnya, lebbih menonjolkan cerita cinta Kelebihan .
Bolacom, Jakarta - Teks ulasan atau resensi adalah teks yang mengulas isi, kelebihan, dan kekurangan buku, film, atau teks lain yang telah diterbitkan oleh sang pembuat. Teks ulasan umumnya ditulis dalam bentuk artikel. Judul Film: 5 CM. Orientasi. Film ini merupakan karya yang diadopsi dari novel nasional best seller. Novel 5 CM merupakan
IsiKesimpulan dari novel 5 cm. Penulis:DhonnyDirghantoro. Penerbit:PT.Grasindo. JumlahHalaman:381. TahunPertamaTerbit:2005. Buku ini secara garis besar bercerita mengenai persahabatan dan nasionalisme. Banyak di antara kita yang beranggapan nasionalisme adalah perkara yang pelik. Melalui 5 cm, kita diajak "bermain-main" dengan rasa cinta
icTgF. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. 5 cmPemain - Herjunot Ali sebagai Zafran - Pevita Pearce sebagai Dinda - Raline Shah sebagai Riani- Fedi Nuril sebagai Genta- Saykoji sebagai Ian- Denny Sumargo sebagai Arial Produser Sunil Soraya & Raam SorayaSutradara Rizal MantovaniDurasi 2 Jam 6 MenitGenre DramaSinopsis "17 Agustus di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat 2 cinta, sebuah mimpi mengubah segalanya" Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka berlima merasa "jenuh" dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya. Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlimapun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan sang saka merah putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. Sebuah perjuangan atas impian, perjalanan hati yang merubah hidup mereka untuk selamanyaKelebihan film ini mengajarkan bahwa persahabatan itu tak lekang oleh waktu, meskipun nanti ada saatnya merasa bosan dan lelah, tetapi percayalah bahwa sahabat sejati tidak akan pernah hilang dan pergi meninggalkanKekurangan menurut saya, tidak ada kekurangan walaupun di buku dan di film ada beberapa yang berbedaPandangan/Saran saya berharap semoga di dunia perfilm-an Indonesia memuat banyak cerita kekeluargaan dan mengangkat tema tentang persahabatan 1 2 Lihat Film Selengkapnya
50% found this document useful 2 votes5K views21 pagesDescriptionAnalisis Film 5 cmOriginal TitleAnalisis Film 5 CmCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 2 votes5K views21 pagesAnalisis Film 5 CMOriginal TitleAnalisis Film 5 CmJump to Page You are on page 1of 21 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 15 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Page 19 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Ilustrasi. Dalam dunia perkuliahan tak lengkap pengajaran tanpa menyaksikan film, hal ini menjadi salah satu bentuk teaching aid. Film juga digunakan guru/dosen/mentor/trainer sebagai bagian dari visual context yang dimunculkan agar peserta didik bisa memahami maksud pembelajaran yang seharusnya. Kita ingin membuat pembelajaran melandasi perilaku juga kan. Saya pernah menjadi siswa dan merasakan betul asyiknya menonton film yang berkaitan dengan materi belajar. Saya juga pernah ditempatkan menjadi posisi mentor/trainer dimana harus meriset beberapa film agar relevan dengan tema pengajaran. Dengan begitu saat film ditayangkan, saya bisa rehat sejenak di kelas dan mengobservasi peserta didik. Film menjadi menarik atau tidak sebagai alat bantu belajar harus diperhatikan dari dua sisi, kelebihan dan kekurangan. Tak jarang peserta didik diajak untuk mendiskusikan film yang ditontonnya lalu dikaitkan dengan materi pengajaran. Namun terkadang menonton film menjadi membosankan bagi peserta didik. Lalu kira-kira apakah masih relevan di masa kini? Kelebihan menonton film di kelas Menghadirkan visual pembelajaran yang menarik ketimbang ceramah dan teori. Sebagai pengajar rasanya sulit tanpa menghadirkan tayangan visual agar peserta didik bisa mencerna yang dimaksud. Berbicara teori misalnya tentang komunikasi tidak akan mudah dipahami tanpa dipraktikkan. Praktik yang sesungguhnya bisa ditemukan dalam dunia nyata yang mudah tergambar dalam film. Oleh karena itu pengajar harus sudah mempersiapkan dan meriset film apa yang cocok dan tepat sesuai tema? Membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan aktif. Setelah dikatakan bahwa akan ada sesi menonton film, serempak seluruh kelas berwajah ceria dan bersemangat. Mengapa? Manusia pada dasarnya adalah makhluk visual. Mereka menyenangi hal-hal yang mudah dilihat dan diamati untuk dipelajari, ketimbang anda menjelaskannya berulang-ulang. Alhasil suasana kelas yang semula sepi dan pasif menjadi lebih hidup ketika film diputar. Alat bantu belajar yang menyenangkan dan menarik peserta didik. “Diskusikan apa yang dialami tokoh dalam film tersebut!” Tentu instruksi pengerjaan ini lebih memudahkan peserta didik untuk menjawab daripada meminta mereka berdiskusi suatu fenomena sosial yang hanya menjadi imajinasi. Tak jarang film lebih mudah diingat dalam pemikiran dibandingkan berbagai teori yang diceramahkan kepada peserta didik. Ini tentu memudahkan untuk mengajari sesuatu ketimbang menjelaskan dengan bahasa lisan. Mengambil sisi tambahan atau yang berbeda dari tema pembelajaran. Tak semua orang menyukai pengajaran baik melalui tulisan maupun lisan. Namun film pastinya disukai untuk disimak karena orang punya kecenderungan ingin tahu dan suka mengamati. Melalui film, peserta didik yang dijadikan penonton diharapkan mengambil sisi tambahan dan pastinya hal positif yang tidak ditemukan dalam pengajaran. Mengapa? Film memberikan situasi yang nyata dan realita tersebut lebih diterima ketimbang masih teori tertulis atau penjelasan lisan. Kekurangan yang mungkin terjadi setelah menonton film di kelas Peserta didik menjadi kurang fokus Siapa bisa menebak seratus persen peserta didik akan benar-benar menyimak film yang disajikan? Ketika dikatakan Kita akan menonton film’ maka sebagian senang dan sebagian lagi bisa jadi melakukan hal lain diluar pembelajaran seperti pergi ke toilet, mengobrol dengan temannya, menerima telpon di luar kelas, dan hal lain. Oleh karena itu saat menonton film, pengajar tidak berarti juga berhenti sejenak. Namun ini bisa dijadikan untuk mengamati peserta didik. Menjadi tidak serius Tergantung bagaimana anda menemukan film yang sesuai dengan tema pembelajaran. Terkadang demi menyelipkan aktivitas menonton sehingga suasana kelas menjadi menyenangkan, si pengajar/mentor/dosen lupa apakah film ini benar-benar sesuai dengan tema pembelajaran. Kekuatan meriset film yang sesuai juga diperlukan. Selain itu, saat menonton sebagian peserta didik masih tidak serius terhadap sajian tayangan, masih menganggap hiburan semata. Ada baiknya film sudah ditonton terlebih dulu dan diketahui alur ceritanya, lalu dipertimbangkan lagi apakah sesuai dengan pembelajaran? Namun jika punya keterampilan membuat video alangkah baik video bisa dibuat dan disesuaikan dengan kondisi pembelajaran. Terlalu bertele-tele dan membosankan 10-15 menit adalah durasi perhatian peserta didik menyimak film di kelas. Jika lebih akan membuat bosan. Jika ingin menyajikan film yang panjang namun bermutu, bisa meminta untuk dijadikan bahan tontonan diluar kelas atau jadi PR. Tayangan film yang panjang dan durasi yang bertele-tele sesungguhnya menyita waktu pembelajaran juga. Berdasarkan uraian di atas, film masih dirasa perlu sebagai media pembelajaran bila relevan dengan tema, direct atau tidak bertele-tele, durasi yang cukup pendek dan diakhiri dengan diskusi seputar film tersebut. Demikian sekedar berbagi. Ada tanggapan?😁 Post navigation
kelebihan dan kekurangan film 5 cm